Jika Mengalami Hal-Hal Ini, Segera Lapor Penipuan Online Yang Anda Alami!

Jika Mengalami Hal-Hal Ini, Segera Lapor Penipuan Online Yang Anda Alami!

Belakangan ini kian marak pengaduan atau orang yang lapor penipuan online, karena memang merasa sudah menjadi korban dari tindak kejahatan cyber tersebut. Sejalan dengan perkembangan teknologi memang tidak dapat dipungkiri jika seandainya kasus-kasus atau tindak kejahatan yang terjadi juga semakin beragam bentuknya, termasuk diantaranya adalah penipuan yang terjadi online ini. Apalagi semakin banyak juga diantaranya orang-orang yang melakukan transaksi online.

Bahkan jika seandainya dilihat dari korban-korbannya sendiri, maka tidak dapat dipungkiri juga jika seandainya tingkat kerugian yang dialami tersebut jumlahnya tidak bisa dikatakan sedikit, banyak juga yang mengaku dirugikan bahkan sampai ratusan hingga milyaran rupiah, dimana memang semua uang yang ada di dalam rekening korban tersebut dikuras secara habis oleh para penipu, jadi harus lebih berhati-hati dengan modus-modus tindak kejahatan semacam ini. Bisa saja nantinya Anda yang menjadi target incaran penipu, untuk itu harus waspada.

Sebelum Anda memutuskan untuk lapor penipuan online ini, maka hal yang pertama kali harus dilakukan tak lain adalah mengetahui jenis-jenis atau bentuk-bentuk penipuan tersebut, diantaranya adalah :

Jika Mengalami Hal-Hal Ini, Segera Lapor Penipuan Online Yang Anda Alami!

1. Scam, jenis penipuan yang paling umum terjadi adalah scam. Scam ini sendiri adalah tindak penipuan yang terencana dengan tujuan untuk mendapatkan uang dari korbannya. Caranya adalah dengan memberikan informasi palsu atau dengan cara membohongi orang lain. Scam ini sendiri bisa terjadi alam bentuk SMS maupun juga panggilan telepon, sehingga harus berhati-hati jika mendapatkan panggilan telepon dari nomor yang tidak dikenal, apalagi yang memberikan iming-iming hadiah seperti diantaranya adalah memenangkan sebuah undian atau sejenisnya.

2. Phishing, bentuk penipuan atau tindak kejahatan yang satu ini adalah dengan mencuri data atau informasi penting yang dimiliki oleh korbannya. Dimana nantinya tidak cukup dengan itu, karena data dari korbannya juga akan disalahgunakan, seperti dimasukkan kedalam sebuah situs atau halaman palsu dengan tujuan untuk menjebak korbannya. Biasanya tindak penipuan yang satu ini sering terjadi pada jenis layanan yang berbayar, perbankan sampai dengan e-commerce, sehingga patut diwaspadai.

3. Account takeover, seperti namanya tindak kejahatan yang satu ini adalah dengan cara mengambil alih akun korban, tanpa diketahui oleh korbannya. Ini yang patut diwaspadai karena kebanyakan korban mengalami kerugian yang jumlahnya tidak dapat dikatakan sedikit atau kecil. Bahkan tak jarang juga yang sampai terkuras isi rekeningnya disebabkan oleh hal tersebut.

4. Share login info, ini adalah bentuk kejahatan dengan mencuri informasi yang rahasia dari pemilik akun, misalnya adalah kode OTP ataupun juga PIN. Tujuannya tak lain adalah untuk mengambil alih akun korbannya, ini juga hal yang cukup sering terjadi. Tak jarang korbannya yang tidak sadar bahwa ia sedang terkena penipuan, karena ketika ada panggilan masuk kemudian tanpa sadar akan langsung memberikan nomor OTP tersebut, sehingga kemudian membuat mereka kehilangan kendali atas akun, bahkan juga isi rekening sampai terkuras habis, untuk itu harus berhati-hati.

5. ID theft, jenis tindak kejahatan yang satu ini dilakukan oleh pelaku dengan cara mencuri data atau informasi personal yang dimiliki oleh korbannya kemudian data tersebut digunakan untuk mendaftar akun oleh pelaku, sehingga memang sangat merugikan, biasanya digunakan untuk mendaftar pinjaman online atau hal-hal yang berhubungan dengan keuangan lainnya.

6. Social engineering, ini adalah sebuah tindak kejahatan yaitu dengan cara memanfaatkan bentuk interaksi dengan manusia. Teknik penipuannya adalah dengan menggunakan manipulasi psikologis. Jadi secara tidak sadar nantinya korban tersebut akan melakukan kesalahan keamanan, sampai mau memberikan daftar atau data pribadi yang dimilikinya kepada pelaku. Biasanya korban tidak sadar apalagi ketika sudah melalui panggilan suara atau telepon yang dilakukan oleh pelaku.

Jika Anda mengalaminya jangan ragu untuk lapor penipuan online. Pastikan untuk mengumpulkan bukti-bukti penunjangnya sehingga pelaporan Anda nantinya bisa segera diproses. Anda yang sudah terlanjur transfer uang, misalnya terkena penipuan dari toko online, bisa lapor ke bank untuk melakukan pemblokiran akun bank tersebut, seperti diantaranya adalah dari bank BCA, karena asalkan ada bukti maka permintaan juga akan segera diproses.

Sumber Bacaan : https://www.bca.co.id/id/informasi/awas-modus/2022/04/11/04/19/hati-hati-penipuan-online-ini-cara-melaporkannya

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *