Bahaya Thrifting bagi Keunikan Produk Fashion Lokal

Bahaya Thrifting bagi Keunikan Produk Fashion Lokal

Ketua Indonesian Fashion Chamber (IFC) Ali Charisma menilai thrifting atau penjualan pakaian bekas impor ilegal akan membuat produk itu membanjiri pasar dan dapat mempengaruhi identitas budaya dan merusak keunikan produk fashion Indonesia.

“Hal ini dapat merugikan industri fashion dan tekstil, terutama UMKM, dalam jangka panjang karena dapat semakin mempersulit desainer Indonesia untuk membangun identitas merek yang unik,” kata Ali.

Lily Collins Tampil Edgy dengan Gaya Monokrom di Pertunjukan Max Mara Resort 2024 Ia melanjutkan akibat membanjirnya impor pakaian bekas bisa menurunkan angka penjualan pakaian produksi lokal karena kalah bersaing dari sisi harga.

“Dengan merosotnya permintaan produk lokal maka menyebabkan penurunan produk lokal, termasuk pengurangan tenaga kerja,” ujar Ali.

Ali memberi contoh Kenya sebagai negara yang mengalami penurunan produksi lokal akibat impor pakaian bekas ilegal yang masuk secara masif mengakibatkan penurunan jumlah tenaga kerja pada industri tekstil.

Beberapa dekade lalu, industri tekstil di Kenya mempekerjakan lebih dari 500.000 orang tetapi saat ini jumlahnya kurang dari 20.000 orang.

Jessica Chastain Tampil Bold dalam Balutan Gaun Kuning di Tony Awards 2023 Di sisi lain, impor pakaian bekas ilegal juga berdampak buruk terhadap lingkungan.

Pakaian bekas impor umumnya berasal dari negara maju yang didominasi industri fast fashion.

Pergantian tren fashion yang sedemikian cepat menyebabkan pakaian sering dibuang setelah hanya beberapa kali dipakai.

Limbah fashion inilah yang kemudian diimpor secara ilegal oleh negara-negara berkembang, termasuk Indonesia.

“Mengimpor pakaian bekas secara ilegal ke Indonesia tidak hanya memperburuk siklus konsumsi produk fashion namun juga menambah masalah limbah di negeri ini,” tutur Ali.

Lindungi desainer lokalAli mewakili IFC menolak praktik bisnis penjualan pakaian bekas impor ilegal dan menegaskan industri fashion Indonesia benar-benar harus memperhatikan dampak dari pakaian bekas ilegal yang diimpor.

“Dengan pertimbangan berbagai dampak buruk tersebut maka dapat dipahami terbitnya regulasi pemerintah Indonesia yang melarang impor pakaian bekas ilegal,” ujar Ali.

Menurutnya, dukungan bersama terhadap pelarangan pakaian impor ilegal dapat membantu melindungi desainer dan produsen fashion lokal, mengurangi limbah fashion di lingkungan, dan melestarikan identitas budaya Indonesia.

“Sebagai National Chairman IFC, saya merasa penting menganjurkan tindakan ini dan mempromosikan pertumbuhan industri fashion lokal,” tegas Ali.

Pilihan Editor: Untung Rugi Jualan Pakaian Bekas atau Thrifting

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *