Asal-usul Puding, Awalnya Bukan Makanan Manis

Asal-usul Puding, Awalnya Bukan Makanan Manis

Puding merupakan kudapan penutup yang sangat populer di berbagai belahan dunia.

Makanan ini digemari karena rasanya yang manis, lembut, dan ringan di mulut.

Bahkan setiap negara memiliki puding khas-nya masing-masing.

Contohnya kazandibi asal Turki, khao niao mamuang khas Thailand, dan panna cotta dari Italia.

Namun, kira-kira bagaimana asal-usul puding? Melansir dari Food Timeline, sebelum menyebar ke berbagai belahan dunia, puding muncul sekira abad ke-17.

Awalnya, puding puding bukanlah makanan penutup manis seperti sekarang, melainkan makanan yang mirip dengan sosis.

Saat itu, puding terbuat dari daging dan tepung yang direbus di dalam kantong khusus.

Namun adapula puding bubur kacang polong yang digemari anak-anak di masa tersebut.

Pada abad ke-18, Inggris tidak lagi membuat puding menggunakan daging.

Memasuki abad ke-19, Inggris mulai membuat puding prem atau puding natal.

Puding ini mirip seperti kue dan proses pemasakannya tidak dengan direbus melainkan dikukus.

Puding prem kemudian menjadi puding moderen yang sering disajikan selama natal.

Sebut British Food History, resep puding kemudian muncul dalam The Good Housewife’s Jewel from 1596, Thomas Dalton.

Dalton memaparkan resep pembuatan puding hitam, puding hanggis, dan puding panggang.

Dalton juga memberikan cara pembuatan puding di dalam perut hewan, seperti coney dan carp.

Menariknya, resep Dalton ini tidak menjadikan puding sebagai makanan penutup.

Pada zaman kuno, muncul tiga golongan puding.

Yaitu: puding rebus, puding kukus gurih, dan puding kukus manis.

Puding rebus terdiri dari puding hitam, putih, dan hanggis.

Puding kukus gurih terdiri dari puding steak, ginjal, tiram, dan puding domba mint.

Serta puding daun bawang, daging kambing, kerang, bawang roly-poly, dan kacang polong.

Dan puding kukus manis terdiri dari puding prem atau natal, selai roly-poly, dan spotted dick.

Serta sussex, bolu kukus, dan toffee lengket.

DELFI ANA HARAHAP Pilihan Editor: Resep Puding Kopi, Nikmat untuk Hidangan Penutup

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *